Desa Gambiran Wakili Rembang ke Tingkat Jateng, Unggul Berkat Inovasi KUPASTI

Rembang,hariansuarajateng.com – Desa Gambiran, Kecamatan Pamotan,Kabupaten Rembang terpilih sebagai Desa Berkinerja Baik dalam Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S) Kabupaten Rembang. Gambiran selanjutnya mewakili Kabupaten Rembang dalam penilaian tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Rembang melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Lembaga Kemasyarakatan, Eko Prasetyo Widjanarko, mengatakan penghargaan tersebut diberikan kepada desa yang mampu mengintegrasikan kebijakan, Dana Desa dan inovasi lokal dalam upaya pencegahan stunting.

“Ada tujuh kriteria indikator penilaian seperti pelaksanaan rembug stunting untuk perencanaan tahun berikutnya, kinerja KPM, kinerja pemerintah desa dan inovasi dari desa tersebut,” kata Eko pada Senin (31/8/2026).

Menurutnya, awalnya terdapat 10 desa yang masuk nominasi. Dua desa kemudian gugur karena pernah mengikuti lomba yang sama. Dari delapan desa yang tersisa, Desa Gambiran ditetapkan sebagai desa dengan nilai tertinggi.

Salah satu keunggulan Gambiran adalah inovasi KUPASTI (Kunjungan Pasangan Usia Subur Risiko Tinggi). Program ini dilakukan melalui pendampingan kepada pasangan usia subur yang memiliki risiko stunting.

BACA JUGA:  Iduladha PPP Rembang; sebagai Momentum Refleksi Politik

“Dari delapan desa itu dipilih Desa Gambiran karena melakukan pendampingan kepada pasangan usia subur yang berisiko stunting,” ujarnya.

Penilaian dilakukan melalui verifikasi bukti dukung di lapangan oleh tim yang terdiri dari unsur Bappeda, Dinas Kesehatan, PKK dan tenaga pendamping desa.

Penilaian Desa Berkinerja Baik mencakup beberapa aspek utama, yakni:

Rembuk stunting, termasuk perencanaan program, pelibatan berbagai unsur, identifikasi masalah dan potensi desa serta tindak lanjut hasil rembuk dalam Musdes.

Pelaksanaan P3S, meliputi data sasaran, posyandu, Village Scorecard, edukasi dan tata kelola TP3S/RDS.

Kinerja KPM, terutama pemantauan dan pelaporan Village Scorecard, pemantauan kelompok sasaran serta konsolidasi data.

Komitmen desa, berupa regulasi P3S dan dukungan anggaran melalui RKPDes serta APBDes.

Pembinaan kelembagaan P3S, termasuk kader posyandu, TPK, KPM, peningkatan kapasitas dan penguatan kelembagaan.

Monitoring dan evaluasi, baik oleh pemerintah desa maupun supra desa.

BACA JUGA:  Longsor Ancam Permukiman di Rembang, Warga Gunungsari Terima Bantuan Darurat

Inovasi desa, yang menjadi salah satu nilai penting dalam melihat praktik baik pencegahan stunting.

Salah satu data yang menjadi pendukung penilaian adalah eHDW yang merupakan electronic Human Development Worker, yaitu sistem atau aplikasi berbasis web dan seluler yang dikembangkan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi untuk membantu Kader Pembangunan Manusia (KPM) dalam mendata, memantau dan melaporkan pelaksanaan pencegahan stunting di tingkat desa.

Berdasarkan data eHDW yang digunakan dalam penilaian, Desa Gambiran mencatat capaian 96,24 persen.

Di Kecamatan Pamotan, terdapat 20 desa dalam data tersebut. Beberapa capaian tertinggi yakni Gegersimo 97,88 persen, Pragen 96,51 persen, Tulung 96,19 persen, Japerejo 96,09 persen, Gambiran 96,24 persen, Mlagen 95,81 persen, Bamban 92,78 persen, Ngemplakrejo 91,52 persen dan Kepohagung 91,03 persen.

Desa lainnya yaitu Sumbangrejo 90,08 persen, Samaran 88,36 persen, Joho 88,03 persen, Segoromulyo 87,29 persen, Sendangagung 86,40 persen, Sidorejo 84,64 persen, Pamotan 83,34 persen, Mlawat 82,83 persen dan Sumberejo 76,80 persen. Sedangkan Desa Ringin tercatat 0 persen.

BACA JUGA:  Gerindra Rembang Gelar Sosialisasi Kinerja 130 Hari Prabowo Gibran, Bersama DPR RI Ajak Kader Kawal Program hingga ke Akar Rumput

Di tingkat Kabupaten Rembang, beberapa desa juga mencatat capaian eHDW tinggi. Di antaranya Desa Sudan, Kecamatan Kragan sebesar 99,24 persen, dan Desa Purworejo, Kecamatan Kaliori sebesar 99,14 persen.

Meski demikian, penetapan Desa Berkinerja Baik tidak hanya berdasarkan angka eHDW. Penilaian juga melihat berbagai bukti pelaksanaan program, kinerja KPM dan pemerintah desa, komitmen anggaran, kelembagaan, monitoring serta inovasi yang dijalankan.

Eko mengatakan penilaian Desa Berkinerja Baik dilakukan setiap tahun dan desa terpilih dari Kabupaten Rembang dikirim untuk mengikuti penilaian di tingkat Provinsi Jawa Tengah.

“Setiap tahun ada penilaian Desa Berkinerja Baik dan selalu kita kirim ke Provinsi Jawa Tengah,” katanya.

Pada tahun sebelumnya, Desa Tasikharjo, Kecamatan Kaliori, menjadi desa dari Rembang yang masuk kriteria Desa Berkinerja Baik. Tahun ini, giliran Desa Gambiran membawa nama Kabupaten Rembang ke tingkat Provinsi Jawa Tengah.