Warga Soroti Berkurangnya Pohon dalam Penataan Simpang Lima Semarang

Warga Soroti Berkurangnya Pohon dalam Penataan Simpang Lima Semarang
Warga Soroti Berkurangnya Pohon dalam Penataan Simpang Lima Semarang

Harian Suara Jateng – 17 Juli 2026 | Penataan kawasan Simpang Lima Semarang yang saat ini tengah berlangsung menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Salah satu yang menjadi sorotan adalah berkurangnya pohon-pohon peneduh di kawasan tersebut yang selama ini memberikan kesejukan bagi pengunjung.

Sejumlah warga mengaku khawatir pemangkasan maupun pemindahan pohon akan mengurangi fungsi Simpang Lima sebagai ruang terbuka hijau di tengah padatnya kawasan perkotaan. Warga Kota Semarang Muhammad Dzaky Santoso mengatakan, meski belum selesai penataannya, namun sudah melihat perubahannya.

“Kalau dulu dipakai parkir liar, sekarang sudah berkurang,” kata Dzaky kepada Hallo RRI Selasa 14 Juli 2026.

Namun ia menyayangkan penebangan beberapa pohon rindang yang menjadi peneduh di beberapa titik kawasan Simpang Lima kota Semarang.

BACA JUGA:  Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Sulang, Firman Soebagyo Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Keadilan Sosial

“Kalau ditebang dan dikurangi itu kayanya kurang pas, karena itu digunakan oleh orang-orang yang melintas pejalan kaki ditengah panasnya Kota Semarang,” ungkapnya.

Mengingat banyaknya kendaraan yang lalu lalang agar tidak terhalang pandangannya dan mencegah ranting dan pohon tumbang saat angin kencang,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Pendayagunaan Infrastruktur pada Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, Yoyok Wiratmoko menerangkan, pemerintah kota Semarang sedang melakukan penataan kawasan Simpang Lima Semarang mulai dari perbaikan area trotoar, penataan drainase area PKL dan pembangunan instalasi pengelolaan air limbah atau IPAL.

Ia memastikan area yang saat ini sedang dilakukan penataan, akan ditanami pohon-pohon sebagai peneduh dan mempercantik kawasan Simpang Lima Semarang.