Bantuan Tablet Edukasi untuk Sekolah Tanpa Internet di Banyumas

Bantuan Tablet Edukasi untuk Sekolah Tanpa Internet di Banyumas
Bantuan Tablet Edukasi untuk Sekolah Tanpa Internet di Banyumas

Harian Suara Jateng – 19 Juli 2026 | RRI.CO.ID, Banyumas – Sebanyak 250 tablet edukasi akan disalurkan ke sekolah dasar (SD) di wilayah blank spot atau yang belum memiliki akses internet di Kabupaten Banyumas. Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung pembelajaran sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027.

Penyaluran bantuan disampaikan perwakilan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Letjen TNI (Purn.) Dr. Teguh Arief, saat Upacara Pembukaan MPLS Ramah Tingkat Kabupaten Banyumas di Pendopo Sipanji, Senin (13/7/2026). Teguh Arief mengatakan, tablet edukasi diprioritaskan bagi siswa SD kelas 1 hingga kelas 3 di sekolah-sekolah yang belum terjangkau jaringan internet.

“Khusus untuk tablet, kami peruntukkan bagi anak-anak SD kelas 1 sampai kelas 3 dengan kriteria sekolah yang belum ada jaringan internet. Di dalam perangkat tersebut sudah tertanam program-program pembelajaran untuk anak sekolah, sehingga tanpa mengakses internet pun mereka sudah bisa belajar menggunakannya secara langsung,” ujarnya.

BACA JUGA:  Sikapi Krisis Pendaftar SD di Sragen, Disdikbud Siap Lakukan Regrouping

Selain tablet edukasi, Program Bantuan Presiden juga menghadirkan kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) bagi anak penyandang disabilitas netra. Perangkat tersebut mampu membantu pengguna membaca buku maupun mengenali pecahan uang dalam waktu sekitar satu hingga tiga detik melalui keluaran suara.

Kacamata inovatif ini dirancang khusus untuk mempermudah aktivitas membaca buku serta mengenali mata uang dalam waktu singkat, hanya sekitar 1 hingga 3 detik. Informasi visual tersebut kemudian dikonversi menjadi suara yang dapat didengarkan langsung melalui pengeras suara internal maupun earphone.

Program Bantuan Presiden ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berpusat pada peserta didik. Melalui pendekatan yang harmonis dan menghormati hak-hak anak, sekolah diharapkan mampu memberikan pengalaman awal yang positif sehingga peserta didik tumbuh menjadi pelajar yang tangguh, kritis, kreatif, mandiri, serta memiliki karakter yang kuat.

BACA JUGA:  MPLS SMAN 2 Semarang Mengusung Tema Berbahasa Jawa untuk Perkuat Karakter Siswa

MPLS Ramah di Kabupaten Banyumas berlangsung pada 13–17 Juli 2026 dan diikuti seluruh satuan pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA, SMK hingga madrasah. Program tersebut menjadi langkah awal bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah sekaligus membangun karakter dalam suasana belajar yang ramah anak.