PPK Ormawa IMM FIK UMS Kembangkan Inovasi Olahan Alpukat untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat

PPK Ormawa IMM FIK UMS Kembangkan Inovasi Olahan Alpukat untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat
PPK Ormawa IMM FIK UMS Kembangkan Inovasi Olahan Alpukat untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat

Harian Suara Jateng – 16 Juli 2026 | Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) telah mengembangkan inovasi olahan alpukat sebagai bagian dari Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UMS. Tim PPK Ormawa IMM FIK UMS melakukan pelatihan masyarakat Desa Musuk, Boyolali, untuk mengolah buah dan daun alpukat menjadi selai buah alpukat dan teh daun alpukat.

Ketua PPK Ormawa IMM FIK UMS, Fidelina Tri Adelin, mengungkapkan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah komoditas alpukat yang sebelumnya hanya dipasarkan dalam bentuk buah segar. Melalui pelatihan ini, tim PPK Ormawa ingin meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan baku alpukat sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

BACA JUGA:  SD 5 Hadipolo Kudus Menghadapi Kesulitan Pendaftaran Siswa Baru

Pelatihan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan inovasi pengolahan buah dan daun alpukat menjadi produk pangan yang memiliki nilai tambah dan peluang usaha. Selain memanfaatkan buah, pelatihan ini juga mengoptimalkan daun alpukat yang sebelumnya belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat.

Tim PPK Ormawa IMM FIK UMS didampingi oleh Aktif Cahyaningtyas, S.Km., M.Km., yang berharap pelatihan ini dapat membuka wawasan masyarakat bahwa komoditas lokal dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Pelatihan ini ditutup dengan penilaian organoleptik terhadap hasil olahan setiap kelompok, penyerahan produk kepada peserta, serta sesi foto bersama. Tim PPK Ormawa IMM FIK UMS berharap kegiatan ini menjadi langkah awal lahirnya usaha mikro berbasis olahan alpukat di Desa Musuk sekaligus mendukung pengembangan produk unggulan desa yang berdaya saing dan berkelanjutan.