Pelopor MPLS Mencerahkan dan Menggembirakan LPP RRI

Pelopor MPLS Mencerahkan dan Menggembirakan LPP RRI
Pelopor MPLS Mencerahkan dan Menggembirakan LPP RRI

Harian Suara Jateng – 16 Juli 2026 | RRI.CO.ID, Surakarta – SD Muhammadiyah 1 Solo, Jawa Tengah melarang praktik perundungan dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 mulai Selasa 14 Juli 2026.

Kepala Sekolah Sri Sayekti mengingatkan MPLS harus berlangsung aman sehat rapi indah. Karena itu seluruh petugas diminta mematuhi ketentuan MPLS.

“Mari kita menjadi pelopor MPLS yang mencerahkan dan menggembirakan. Memanusiakan manusia,” kata Sayekti, dengan penuh semangat.

“Kita punya slogan motto strong in religius, smart, healthy, creative. Adapun kegiatan MPLS yang berlangsung sejak hari Selasa-Kamis, 14-16/07/2026,” ujarnya.

Selama tiga hari pelaksanaan MPLS, Sayekti menjelaskan rincian hari pertama pembiasaan pagi dengan tahfizul quran, doa pagi, membaca doa belajar, membaca surah Alfatihah, surah al Ikhlas, menyanyikan mars SD Muhammadiyah 1 Solo, rukun sama teman, dan pengenalan Ismuba serta pengenalan tata tertib dan seragam.

BACA JUGA:  Pemkab Pati Luncurkan Program TIK Digital Siswa Bisa Curhat ke Guru BK Secara Digital

Hari kedua Latihan baris berbaris dan upacara berkolaborasi dengan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam), pengenalan lingkungan sarpras sekolah, mewarnai gambar anti,” katanya.

Melalui pelaksanaan MPLS yang bebas dari perundungan, Sayekti berharap sekolah yang berdiri sejak 1935 ini mampu membangun kesan positif bagi murid sejak hari pertama.

Dengan demikian anak didik memiliki semangat belajar yang tinggi selama menempuh Pendidikan di sekolah yang terletak di Jalan Kartini No 1 Barat Pura Mangkunegaran.

Dia optimistis pelaksanaan MPLS yang berorientasi pada perlindungan anak dan penguatan karakter akan mendukung terwujudnya Pendidikan yang unggul, berkarakter, dan berbudaya.

Maka, hari ketiga MPLS diisi dengan games dan doorprize. Menyimak dongeng inspiratif, deklarasi anti bully dan nyanyi bersama,” kata Sayekti.

BACA JUGA:  Festival Literasi Bupati Klaten Dorong Peningkatan Membaca Buku

Seluruh rangkaian kegiatan dirancang menggunakan pendekatan yang menggembirakan, edukatif, dan ramah anak.

Melalui MPLS 2026, murid baru mampu memulai perjalanan belajarnya dengan rasa percaya diri, semangat, serta kebahagiaan sebagai bagian dari keluarga besar sekolah yang sudah berusia 91 tahun,” pungkasnya.