Harian Suara Jateng – 16 Juli 2026 | Dinas Pendidikan Kota Surakarta sedang mengkaji opsi penggabungan atau regrouping bagi sejumlah Sekolah Dasar (SD) negeri yang kekurangan peserta didik baru pada tahun ajaran ini. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dwi Ariyatno, evaluasi hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) menunjukkan adanya tren murid baru di bawah 10 siswa dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Dwi Ariyatno mengatakan bahwa sementara ini mereka sedang melaporkan ke Pak Wali terkait dengan petakan kelompok potensi rendah siswa. Apakah memungkinkan untuk dilakukan proses regroup atau digabung.
Skema penggabungan antara SD Negeri Tegalayu yang mendapat lima siswa dan SD Negeri Kauman dengan enam siswa akan membentuk satu rombongan belajar baru berisi sebelas anak. Langkah strategis tersebut dinilai jauh lebih efisien karena satu rombongan belajar gabungan hanya membutuhkan satu orang guru, mengingat ketersediaan tenaga pendidik di Surakarta yang masih terbatas. Nanti akan ada rekomendasi terkait upaya kita memaksimalkan pelayanan pendidikan supaya tidak menghilangkan hak anak, tapi mempertimbangkan efisiensi sumber daya.
Kebijakan penataan kawasan atau zonasi fasilitas penunjang sekolah tersebut ditargetkan sudah memiliki formula rumusan yang matang pada pertengahan tahun ajaran, yakni pada bulan Desember mendatang.













