Sikapi Krisis Pendaftar SD di Sragen, Disdikbud Siap Lakukan Regrouping

Sikapi Krisis Pendaftar SD di Sragen, Disdikbud Siap Lakukan Regrouping
Sikapi Krisis Pendaftar SD di Sragen, Disdikbud Siap Lakukan Regrouping

Harian Suara Jateng – 15 Juli 2026 | Fenomena krisis pendaftar pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Dasar (SD) masih membayangi Kabupaten Sragen untuk tahun ajaran 2026/2027.

Menanggapi kondisi ratusan sekolah yang kekurangan murid, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) bergerak cepat menyiapkan sejumlah langkah strategis, salah satunya adalah kebijakan penggabungan sekolah (regrouping).

Berdasarkan data daftar ulang terakhir yang dihimpun Disdikbud Sragen, sebaran siswa baru dari total 514 SD di Bumi Sukowati menunjukkan ketimpangan yang cukup mencolok.

Berdasarkan data daftar ulang terakhir yang dihimpun Disdikbud Sragen, sebaran siswa baru dari total 514 SD di Bumi Sukowati menunjukkan ketimpangan yang cukup mencolok.

BACA JUGA:  MPLS Humanis Membantu Siswa Baru Beradaptasi di SMA Negeri 2 Purwokerto

Kekurangan signifikan di bawah 10 anak dialami oleh 166 SD, sementara kondisi moderat atau 11 hingga 28 anak terjadi di 320 SD.

Menyikapi ketimpangan tersebut, Disdikbud Sragen telah merancang skenario regrouping untuk menata kembali manajemen sekolah dasar di wilayah yang minim peminat.

Dalam beberapa tahun terakhir, Pemkab Sragen melalui Disdikbud telah berusaha meningkatkan kualitas pendidikan di wilayahnya.

Regrouping adalah salah satu langkah strategis yang dilakukan oleh Pemkab Sragen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di wilayahnya.