DPC PPP Rembang Gelar Rapimcab: Dorong Transformasi Tata Kelola dan Strategi Kebangkitan Partai

REMBANG , Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Kabupaten Rembang menggelar Rapat Pimpinan Cabang (Rapimcab) sebagai agenda konsolidasi dan penguatan kelembagaan partai pada Rabu siang.

Rangkaian pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PPP dilanjutkan tahlil dan sambutan

Dalam sambutannya, Sekretaris DPC PPP Rembang, Gus Rosyid Ubab, menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta Rapimcab. Ia menegaskan bahwa momentum Rapimcab tahun ini menjadi pijakan penting untuk memperkuat arah perjuangan PPP di Rembang.

“Rapimcab hari ini semoga melahirkan pemikiran yang baik untuk PPP. Mari kita memperbaiki tata kelola organisasi dan memperkuat komunikasi internal karena kita akan menghadapi Pemilu 2029 dan peringatan Harlah PPP,” tegasnya.

Acara kemudian secara resmi dibuka oleh Ketua DPC PPP Rembang, Gus Ulur Rosyadi. Ia mengajak seluruh PAC untuk lebih aktif menggerakkan mesin partai dan dalam semoga kegiatan mendapat hasil yang terbaik

Memasuki inti acara, moderator HM Mujib el Muis, M.Pd. memimpin jalannya pemaparan materi serta diskusi strategis.

BACA JUGA:  Momen Santai Gus Hanies dan Ketua Gerindra Rembang, Isyarat Politik Baru?

Materi I: Transformasi Tata Kelola Organisasi Partai Modern

Narasumber K.H. Abdul Aziz, M.Si. memaparkan urgensi modernisasi tata kelola kepartaian di tengah perubahan zaman. Dalam paparannya yang komprehensif, ia menekankan empat pilar modernisasi:

Digitalisasi Organisasi

PPP di tingkat DPC hingga PAC perlu memanfaatkan teknologi untuk administrasi, komunikasi kader, dan publikasi gerakan politik agar lebih cepat dan efisien.

Transparansi dan Akuntabilitas

Pengelolaan program dan keuangan partai harus terbuka, jelas, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Penguatan Sistem Kaderisasi

Rekrutmen kader harus terstruktur, berjenjang, serta menghasilkan kader yang kompeten dan loyal pada perjuangan partai.

Peningkatan Kapasitas Kader

PPP harus menyediakan ruang pelatihan politik, media, advokasi, dan manajemen organisasi untuk menguatkan kemampuan kader di semua level.

“Partai politik modern harus akuntabel, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik. Jika PPP ingin bangkit, tata kelola organisasi harus menjadi fondasi utamanya,” tegasnya.

BACA JUGA:  Mengawal Aspirasi Rakyat,Asrori dari Gerindra Respon Positif Kunjungan Titiek Soeharto di Rembang

Materi II: Langkah Taktis dan Strategis Menuju Kejayaan PPP Rembang

Narasumber K.H Idror Maimoen berfokus pada strategi konkret untuk meningkatkan elektabilitas PPP di Kabupaten Rembang.

Beberapa langkah strategis yang disampaikan antara lain:

Reaktivasi Basis Suara Tradisional

Menghidupkan kembali basis santri, jamaah majelis taklim, dan simpatisan tradisional PPP melalui pendekatan yang lebih terstruktur dan komunikatif.

Optimalisasi Wadah TSPP

Majelis taklim dan kegiatan sosial-keagamaan berbasis TSPP dapat menjadi pusat konsolidasi umat sekaligus wahana pendidikan politik yang berkelanjutan.

Penguatan Struktur PAC hingga Ranting

PAC harus didorong menjadi motor penggerak kegiatan politik dan sosial di tingkat kecamatan, termasuk pendataan konstituen dan pemetaan potensi dukungan.

Strategi politik Desa

PPP perlu membuka ruang narasi positif dan menghadirkan kader muda sebagai corong partai, serta menggunakan pendekatan yang relevan bagi pemilih milenial dan gen Z.

Materi Lanjutan: Arahan KH Abdul Hafidz

BACA JUGA:  Alfamart dan Zwitsal Perluas Jangkauan Program Sahabat Posyandu di 34 Kota Sepanjang September 2025

Tokoh PPP, K.H. Abdul Hafidz, memberikan arahan mendalam terkait jati diri dan ideologi perjuangan PPP.

Beberapa poin penting yang disampaikan antara lain:

PPP harus tetap menjadi rumah besar umat Islam, sehingga setiap gerakan politik tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman yang ramah, moderat, dan rahmatan lil ‘alamin.

Soliditas kader adalah harga mati. Ia menegaskan bahwa tantangan politik ke depan menuntut kesatuan langkah, bukan sekadar kekompakan formal.

PPP harus menjadi pelopor etika politik. Perbedaan harus disikapi dengan bijaksana, menjaga tatakrama, dan tetap mengutamakan kepentingan umat.

Menghadapi Pemilu 2029, PPP diminta menyiapkan kader terbaik yang memiliki kapasitas, integritas, serta kedekatan dengan masyarakat di akar rumput.

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin salah satu sesepuh, memohon keberkahan bagi seluruh rangkaian Rapimcab. Doa ini sekaligus menjadi penanda harapan agar hasil Rapimcab dapat menguatkan konsolidasi PPP Rembang dan membawa kejayaan bagi perjuangan partai dalam mengemban amanah umat