Jateng-Malaka Siapkan Pertukaran Santri dan Guru Antarpesantren

Jateng-Malaka Siapkan Pertukaran Santri dan Guru Antarpesantren
Jateng-Malaka Siapkan Pertukaran Santri dan Guru Antarpesantren

Harian Suara Jateng – 17 Juli 2026 | Rencana pertukaran santri dan guru antarpesantren antara Jawa Tengah dan Negara Bagian Malaka, Malaysia, telah disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal penjajakan kerja sama antarpesantren di Jawa Tengah dan Malaka.

Pertukaran santri dan guru tersebut bertujuan memperkuat jejaring pendidikan dan keilmuan Islam. Program ini juga merupakan tindak lanjut dari kerja sama sister province antara Jawa Tengah dan Malaka yang telah berjalan sejak 2025.

Pertukaran pengalaman, pengetahuan, dan budaya dapat berlangsung lebih luas melalui lingkungan pesantren. Program yang dijajaki meliputi pertukaran santri dan guru sebagai sarana memperluas wawasan pendidikan keislaman.

Skema tersebut sekaligus menjadi upaya mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Malaysia yang selama ini memiliki kedekatan sejarah dan budaya. Sementara ini dari ulama-ulama Indonesia dengan Malaysia ada pertukaran santri, pertukaran guru juga.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat kualitas sumber daya manusia pesantren melalui Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren. Program tersebut menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi kalangan pesantren.

Pada 2026, program beasiswa itu mencatatkan 941 pendaftar untuk jenjang S1, S2, dan S3, baik di dalam maupun luar negeri. Peserta yang lolos seleksi program luar negeri akan melanjutkan studi ke sejumlah negara seperti Mesir, Yaman, China, dan Filipina.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Al Muhibbin Malaka, Muhammad Hadi Al Muhibbin, menyambut positif rencana penguatan kerja sama antarpesantren tersebut. Ia menilai hubungan Indonesia dan Malaysia memiliki fondasi sejarah yang kuat sehingga layak terus dipererat melalui sektor pendidikan.

Exit mobile version