Harian Suara Jateng – 26 Juli 2026 | Dinas Pendidikan Kota Surakarta menjamin ketersediaan dukungan operasional bagi sejumlah Sekolah Dasar (SD) negeri yang minim menerima peserta didik baru. Dukungan finansial pengganti dana pusat tersebut disalurkan melalui Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA). Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dwi Ariyatno memaparkan, sekolah dengan total jumlah murid di bawah 100 anak akan mendapat suntikan dana pendamping sekitar Rp750 ribu per siswa.
Kucuran dana ini difokuskan untuk membiayai aktivitas kreatif guna memulihkan daya tarik sekolah. Menurut Dwi Ariyatno, hal ini dilakukan untuk me-rebranding atau menambah kegiatan supaya menarik minat untuk sekolah ke situ. Dampak positif dari ketersediaan dana pendamping ini turut dirasakan langsung oleh Kepala SDN Tegalayu, Sutanto.
Ia mengakui, sekolahnya yang hanya mendapat lima murid baru tahun ini tidak akan bisa bertahan jika murni mengandalkan BOS pusat senilai Rp900 ribu per anak. Guna menyiasati kondisi kritis tersebut, Sutanto langsung memaksimalkan alokasi BOSDA SDN Tegalayu yang mencapai Rp63 juta per tahun. Anggaran khusus ini dikelola secara cermat untuk membiayai tenaga pelatih ekstrakurikuler dari luar demi menciptakan identitas sekolah yang baru.
Optimalisasi ekstrakurikuler yang dibiayai pemerintah daerah ini diyakini efektif memikat kembali kepercayaan masyarakat di masa mendatang. Dengan demikian, diharapkan sekolah dapat meningkatkan jumlah murid dan meningkatkan kualitas pendidikan.
