Di Balik Meriahnya Rembang City Run 2026, Peserta Bongkar Kekacauan Panitia

Rembang city run 2026 (Foto istimewa)

Rembang,hariansuarajateng.com-  Euforia ribuan pelari yang memadati Rembang City Run 2026 pada Minggu (26/7/2026) ternyata menyisakan catatan kelam. Di balik meriahnya penyelenggaraan, banyak peserta mengaku kecewa akibat buruknya manajemen panitia dan event organizer (EO), terutama saat pembagian race pack sehari sebelum acara.

Sejak Sabtu (25/7) sore hingga larut malam, ratusan peserta terpaksa mengantre tanpa kepastian. Sejumlah jersey, khususnya ukuran XL dan XXL, belum tersedia. Bahkan hingga mendekati tengah malam, peserta masih menunggu kedatangan jersey yang dijanjikan panitia.

Kekecewaan membanjiri media sosial. Akun Instagram @leylaskma menilai koordinasi penyerahan race pack sangat buruk.

“Saran untuk panitia & penyelenggara, mohon koordinasi penyerahan race pack dibenahi. Event besar dengan peserta sebanyak ini harusnya punya alur dan SOP yang jelas. Petugas di lokasi tidak pakai ID card dan tidak ada tanda terima, jadi peserta bingung harus mencari ke siapa. Semoga jadi evaluasi serius ke depannya.”

Keluhan serupa disampaikan akun @kimmiehoen yang mengaku harus berkeliling mencari nomor BIB hampir satu jam.

“Tidak ada persiapan dari panitia penyelenggara. Sampai lokasi cari sendiri-sendiri nomor BIB hampir satu jam mencari dan ambil race pack.”

Tak hanya peserta asal Rembang, pelari dari Kabupaten Pati juga mengaku kecewa. Mereka datang sejak sore namun hingga malam belum memperoleh jersey yang dijanjikan.

Salah seorang peserta asal Pati mengatakan dirinya bersama peserta lain terkatung-katung menunggu kepastian.

“Kami menunggu sejak sore. Katanya jam 22.00 jersey datang, tapi tidak ada kepastian. Besok pagi sudah harus lari, sementara perlengkapan belum kami terima.”

Pihak panitia sebelumnya mengirimkan pemberitahuan kepada peserta bahwa jersey masih dalam perjalanan menuju Rembang dan diperkirakan tiba sekitar pukul 00.00 WIB. Panitia juga menawarkan opsi pengembalian dana (refund) bagi peserta yang memilih membatalkan keikutsertaan.

Meski lomba akhirnya tetap berlangsung pada Minggu pagi, persoalan distribusi race pack menjadi sorotan dan dinilai mencoreng penyelenggaraan event yang digadang-gadang menjadi ajang sport tourism Kabupaten Rembang.

Warga Rembang, Abdul Munim, melontarkan kritik keras terhadap panitia maupun EO. Menurutnya, penyelenggaraan event sebesar Rembang City Run tidak boleh dilakukan dengan persiapan yang minim.

“Ini bukan sekadar persoalan keterlambatan kaos atau race pack. Ini soal profesionalisme. Kalau penyelenggara tidak siap, jangan memaksakan diri membuat event berskala besar. Yang dipertaruhkan bukan hanya kenyamanan peserta, tetapi juga nama baik Kabupaten Rembang.”Katanya.

Munim menilai peserta yang datang dari berbagai daerah telah mengeluarkan biaya, waktu, dan tenaga sehingga layak mendapatkan pelayanan yang baik.

“Peserta datang membawa semangat dan kepercayaan kepada panitia. Jangan balas kepercayaan itu dengan ketidakjelasan informasi, antrean berjam-jam, dan manajemen yang amburadul. Ini harus menjadi evaluasi total. Jangan sampai Rembang dikenal karena buruknya penyelenggaraan event, bukan karena prestasinya.”

Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Rembang ikut melakukan evaluasi menyeluruh apabila kegiatan serupa kembali digelar pada tahun mendatang.

Rembang City Run 2026 memang sukses menghadirkan ribuan pelari dan memeriahkan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang. Namun di balik ramainya peserta yang mencapai garis finis, penyelenggaraan race pack meninggalkan “sisi gelap” yang menjadi pekerjaan rumah besar bagi panitia dan event organizer jika ingin menjadikan ajang ini sebagai agenda tahunan yang berkelas

Exit mobile version