Perkuat Kolaborasi Mahasiswa Farmasi UMS Ditingkatkan untuk Mendorong Inovasi Berdampak pada Bidang Kesehatan

Perkuat Kolaborasi Mahasiswa Farmasi UMS Ditingkatkan untuk Mendorong Inovasi Berdampak pada Bidang Kesehatan
Perkuat Kolaborasi Mahasiswa Farmasi UMS Ditingkatkan untuk Mendorong Inovasi Berdampak pada Bidang Kesehatan

Harian Suara Jateng – 16 Juli 2026 | Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) telah menegaskan komitmennya dalam mendukung lahirnya inovasi di bidang kesehatan melalui penyelenggaraan Seminar Nasional Gebyar Mahasiswa Farmasi 2026. Acara tersebut bertemakan Empowering Health: From Pharmaceutical Innovation to Public Awareness, yang diadakan pada Selasa, 14 Juli 2026, di Ruang Seminar Lantai 8 Gedung Ahmad Syafii Maarif Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMS.

Seminar ini dihadiri oleh sekitar 200 peserta dari berbagai perguruan tinggi farmasi di Indonesia dan merupakan bagian dari rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia (ISMAFARSI).

Dalam sambutannya, Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., mengatakan bahwa mahasiswa farmasi memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan industri kesehatan yang terus berkembang. Menurutnya, inovasi tidak cukup berhenti pada hasil penelitian, tetapi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui proses hilirisasi.

Harun juga menyatakan bahwa jumlah Program Studi Farmasi di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) terus bertambah. Terbaru, Muhammadiyah membuka Program Studi Farmasi di Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, serta mengembangkan institusi kesehatan di Medan yang turut memperkuat ekosistem pendidikan farmasi Muhammadiyah.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal ISMAFARSI, Raihana Ghibtha Putri, menyampaikan bahwa perkembangan teknologi, digitalisasi, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) membuka peluang besar bagi dunia farmasi. Namun, inovasi hanya akan bermakna apabila mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan pelayanan kefarmasian.

Ketua Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI), apt. Noffendi Roestam, S.Si., menekankan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam profesi apoteker. Ia mengingatkan bahwa kompetensi tanpa integritas tidak akan mampu membangun kepercayaan masyarakat terhadap tenaga kesehatan.

Seminar tersebut juga dihadiri oleh Ketua Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI), Prof. Dr. apt. Yandi Syukri, M.Si., yang berharap ISMAFARSI terus menjadi tempat lahirnya calon pemimpin nasional di bidang farmasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki karakter kuat, serta berorientasi pada kemanfaatan bagi masyarakat.

Exit mobile version